18 September, 2008

Jangan Sakit di Amrik..


Salah satu bahan kampanye presiden amrik yang bisa membuat orang mencoblos atau tidak calon tersebut adalah bagaimana sang calon membuat kebijakan mengenai kesehatan, tepatnya bagaimana dia akan menentukan policy terhadap ongkos kesehatan warganya, apakah dia akan menentukan biaya asuransi yang murah buat manula atau membuat program asuransi bersifat nasional macam medicare atau medicaid. Bagi kita di Indonesia mungkin kebijakan kesehatan menjadi pertimbangan yang ke-247!

Apa pasal? Ternyata memang ongkos berobat di sini muahal! Karena mahal itulah, maka setiap orang diwajibkan mempunyai asuransi kesehatan, sebab kalo tidak, bisa-bisa dia wasalam sebelum waktunya!

Istri saya waktu itu sebelum brangkat ke amrik sudah hamil dan direncanakan melahirkan di sini. Sebelum dia nyusul saya, saya sudah mengemail ke perusahaan asuransi--namanya Blue Cross Blue Shield (BCBS)--apakah biaya melahirkan dicover oleh asuransi keluarga yang preminya $1.900/tahun itu. Setelah dijawab ya, baru istri saya impor ke sini. Untunglah, saya ikut asuransi keluarga ini, walaupun terus terang agak mahal, dan pakai uang sendiri lagi! Kalau tidak, tentu gawat. Coba bayangin, sekali kontrol kehamilan biayanya $95, belum kalau termasuk obat. Ongkos melahirkan nyaris $2.000. Ongkos kontrol dokter anak tiap kunjungan $105, padahal namanya anak bayi kan kunjungan rutin sifatnya wajib, belum lagi kunjungan tak rutin kalau badannya anget (dan kayaknya cukup sering, dasar bayi Indonesia, kayaknya kedinginan di sini!)

Yang paling berasa keuntungan ikut asuransi adalah waktu istri saya di-opnamne di RS dan harus nginep selama tiga minggu karena sakit paru-paru (mungkin karena kedinginan?). RS-nya adalah Duke University Medical Center (DUMC, yakni seperti RSCM-nya UI--foto terlampir). Anda bisa tebak berapa biayanya? Tidak kurang dari $30.000! Bayangin nyaris rp 300 jeti saja! Setiap kali tagihan RS datang tiap minggu, dan kalau digabung bisa memenuhi satu document holder sendiri, saya tidak henti-hentinya bilang syukur ngikut asuransi! Kalau saya tidak ikut asuransi, bisa-bisa saya jual celana!

Kalau sudah begitu, kebayang hujan emas di negeri sendiri: ongkos badan meriang murah, bahkan gak perlu ke dokter cukup kerokan aja! Keseleo? Tinggal panggil tukang urut! Atau spesialis anak ongkosnya di bawah 100ribu. Bahkan, kalaupun sakit berat, belum tentu harus mondok di RS. Masih ada pengobatan alternatif! Enak bukan?

1 komentar:

alex sinaga mengatakan...

Wah asuransi penting bgt ya Pak.

Boleh tanya ga Pak, kalau asuransi untuk single yg mau kuliah bayarnya per bulan atau per tahun Pak ?

Paling murah brp Pak preminya ?